Minggu, 27 November 2011

PLPG RAYON 135 UNPAK ANGKATAN 21

PLPG RAYON 135 UNPAK ANGKATAN 21
Kelas D PLPG RAYON 135 UNPAK Angkatan 21Bulan Oktober-November 2011 merupakan bulan paling padat bagi saya, karena setumpuk kegiatan diluar kegiatan mengajar harus ditempuh, di awali dengan kegiatan Workshop Pengembang Bahan Ajar di Grand Tropics Jakarta selama hampir seminggu, lalu dilanjutkan dengan Supervisi Sekolah Model SKM-PBKL-PSB ke SMAN 11 Yogyakarta dari tanggal 7 – 9 Nov’ 2011, lanjut lagi tanpa istirahat dengan kegiatan Diklat PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru ) dari tgl 10 – 19 Nov’ 2011 di KINASIH RESORT Caringin, yang tempatnya begitu asri dan sangat indah… hadeuuhhh capee tapi asiik…Peserta PLPG Penjasorkes sedang praktek mengajar.
GolfSebenarnya saya harus mengikuti kegiatan PLPG pada gelombang 18. Tapi karena bentrok dengan kegiatan Workshop pengembang konten bahan ajar, maka saya meminta di cancel dan ikut di gelombang berikutnya. Alhamdulillah dapat jadwal di gelombang 21… dan ternyata ada hikmahnya buat saya.. di gelombang 21 ini sekitar 120 lebih Guru Olahraga dari Kota dan Kab. Bogor serta Kota dan Kab. Sukabumi berkumpul guna mengikuti kegiatan sertifikasi tersebut.
Biasalah kalau hari-hari pertama mah pada jaim gitu deh… nah pas malam kedua mulai deh pada swsd ( sok wawuh sok deukeut tea)… soalnya mulai pada memerlukan bantuan dan minjem segala kekurangan alat atau nanya hal-hal atau tugas yg gak dimengerti..jadi basa basi di malam kedua pun cukuplah untuk mencairkan suasana.. hehehe..
Hari hari berikutnya tugas semakin menumpuk.. hadeuhh tugas pertama membuat Silabus dan RPP hari berikutnya tugas benar – benar gak kenal ampun..kalau gak mengerjakan tugas dengan baik maka disuruh memperbaiki dan bersamaan dengan itu tugas baru sudah keluar lagi, repot kalau satu tugas dikerjakan salah….. benar-benar menggunakan prinsip latihan fitness nih ..OVER LOAD. Hahaha….kalau SILABUS DAN RPP sih sebenarnya sudah punya, tapi tetep harus buat lagi hehehehe..siapp lah pak Dosen… selain silabus dan rpp, tugas lainnya adalah membuat bahan ajar, modul, media pembelajaran PTK ( Penelitian Tindakan Kelas) dsb. Haduuhh sungguh asiik dan sangat bermanfaat buat kami mendapatkan ilmu dan keterampilan seperti yang di tugaskan tersebut, saat itu tutor yang mendampingi kelas D adalah pak EDI KOMARUDIN, Beliau adalah Ketua jurusan STKIP Pasundan Cimahi, seorang dosen dan ketua jurusan yang humoris, religious dan gagah di usia tuanya.. dan kami kelas D begitu enjoy di tutori oleh beliau dan satu lagi Pak Agus Liansoroa, beliau pun sama Dosen di STKIP Pasundan Cimahi dan Ketua KONI Cimahi, pak Agus juga humoris dan santai…
Hari haru berikutnya mulai deh….ciri khas Guru olahraga mulai pada keluar tuh aseli nya.. gandeng… humornya segar membahana dan sedikit gila hahahah.. apalagi pas waktu istirahat nonton siaran Sea Games.. ke 26 Palembang. GARANDEEEENG GOgorowokan mendukung Indonesia..hahaha….
3 hari menjelang kegiatan usai adalah kegiatan yang paling mengasyikan setelah disiksa di dalam kelas, maka waktunya praktek ngajar di lapangan… ya ampuun bener-bener tingkah kita bagai anak sekolah, kalau bahan ajar yang di bawakan adalah bahan ajar Siswa SD kelas 1 atau kelas 2, maka kelakuan temen-temen yang menjadi murid-muridan persis seperti anak kelas 1.. jadi we keliatan kayak autis kita teh. Haha sunggu lucu… banyak manfaat yang di dapat selama PLPG. Selain rasa kebersamaan yang begitu mengharukan, Ilmu baru dan ketermpilan baru juga di dapat, wawasan berkembang, sungguh kalau saya Boleh berkata..pertahankan saja format sertifikasi seperti ini, saya percaya dengan format PLPG, maka untuk menciptakan guru yang Profesional lambat laun akan terwujud. Sehingga pendidikan di negeri ini akan semakin maju. Hidup sertifikasi, Hidup PLPG, semoga saya lulus. Amin.

Rabu, 23 November 2011

Futsal

Futsal



Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua regu, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah “futsal” adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, football dan sala.

Sejarah Futsal

Futsal diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game.

Peraturan

Lapangan permainan 1. Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
2. Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
3. Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
4. Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
5. Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
6. Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
7. Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
8. Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
Bola
1. Ukuran: #4
2. Keliling: 62-64 cm
3. Berat: 390-430 gram
4. Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
5. Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)
Jumlah pemain
1. Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
2. Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
3. Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
4. Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
5. Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
Perlengkapan pemain:
Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet
Lama permainan
1. Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
2. Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
3. Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit.

Kejuaraan futsal terkemuka

Piala Dunia Futsal FIFA

Piala Dunia Futsal AMF

Formasi-formasi Umum Dalam Futsal

Permainan futsal  dimainkan oleh 5 pemain termasuk kiper.   Menyusun formasi permainan futsal  disesuaikan dengan karakter dan tipe2 dari para pemain. beberapa formasi yang umum dipakai dalam permainan futsal.
# FORMASI
1. Formasi 2-2

Strategi futsal ini digunakan sejak decade 1950-an dan memiliki karakter dengan dua pemain di area pertahanan dan dua pemain di area penyerangan. Formasi Futsal ini sangat sederhana dan pemain tidak perlu banyak bergerak. Dua  pemain dibelakang bertugas mengamankan area pertahanan, sementara dua pemain di depan bertugas menyerang. Jarang terjadi perubahan posisi. Strategi futsal lebih statis dibandingkan dengan yang lain dan lebih banyak digunakan untuk permainan dalam tempo sedang. Namun, tim yang berpengalaman sering menggunakannya dalam pertandingan krusial.
2. Formasi 3-1

Formasi Futsal 3-1 memudahkan melakukan serangan dengan lebih variatif. Di depan kipper ada seorang pemain bertahan, dua pemain tengah yang menempati posisi sayap, dan penyerang tengah atau pivot.
Strategi futsal ini menentut banyak pergerakan dari pemain dalam penguasaan bola terutama saat melakukan variasi serangan. Pivot lebih banyak mengoperkan kepada rekan saat menyerang. Kedua pemain sayap dan satu pemain belakang akan mengimbangi arah pergerakan pivot untuk menciptakan ruang permainan dan peluang untuk mencetak gol. Pivot dan kedua pemain sayap akan melakukan beberapa gerakan untuk mencari celah dan momen yang tepat guna memasukkan bola ke gawang lawan.
3. Formasi 4-0
Formasi futsal ini diciptakan oleh tim-tim Eropa, terutama Spanyol. Terlihat hamper sama dengan system 3-1 atau modifikasi 1-2-1. Namun yang membedakannya adalah penyerang tengah atau lebih dikenal dengan nama pivot bisal masuk ke area caster atau sebagai penjelajah di posisi sayap kiri, kanan, tengah, dan belakang. Artinya ia bersama tiga rekan pemain seecara konstan melakukan serangan atau bertahan. Permainan akan menjadi sangat rapat dan ketat sehingga sulit bagi lawan untuk bergerak dengan leluasa saat menyerang atau bertahan.
# FUNGSI DAN TUGAS PEMAIN

Berikut ini adalah fungsi masing-masing posisi pemain.
Pemain Bertahan
Orang terakhir di barisan belakang, bertanggung jawab untuk membantu kipper mengamankan gawang, menetralisasi serangan lawan, dan mengawali penyerangan.
Pemain Sayap
  • Penghubung antara pertahanan dan penyerang
  • Membantu pemain belakang dalam memulai serangan serta menyokong pivot untuk melakukan penyelesaian akhir atau mencetak gol.
Pivot
  • Mengontrol permainan saat dalam posisi menyerang
  • Berperan sebagai penyuplai bola, pencetak gol, dan menjadi orang pertama yang meredam serangan lawan.

Minggu, 07 Agustus 2011

Rujak Bebek

rujak beubek    RUJAK BEuBEuK
Pernah denger nggak jajanan yang satu ini ” RUJAK BEuBEK” jajanan yang disukai oleh berbagai usia manusia dari balita sampe orang  tua yang udah bongkok,  awas jangan di baca “bebek=hewan unggas” bunyinya bukan “E” TAPI “E” sama jika kita ucapkan kalimat “sebel”..okeh brayy sudah faham ya ngucapinnya.. ” rujak bebek”.
Jajanan ini berasal dari Bandung, dan sudah beredar di beberapa daerah, bisa kita temui seperti di Jakarta juga sudah ada. bedanya rujak ini dengan rujak lainnya adalah cara membuat dan menyajikannya , kalau bahan rujaknya hampir sama dengan rujak buah yang lainnya beda dikit lah dengan rujak buah mah, rujak bebek ini biasanya terdiri dari bahan buah  yaitu : jambu air, mangga, bengkuang, kedongdong, ubi mentah, nenas, pisang kepok dll, nah buah-buahan tersebut di iris-iris dimasukkan ke alat yang berupa kayu berlubang besar seperti lumpang , bumbu seperti gula merah , cabe, garam , terasi dimasukan juga , kemudian ditumbuk dengan alat tubuk nya  ( kayu yang pendek) . nah proses menumbuk ini dimaksudkan agar buah menjadi setengah hancur ( dalam bhs. sunda : bebek). makanya dinamakanlah rujak ini rujak bebek.

photo: by ukas.bdg
PENYAJIAN : setelah bumbu dan buah menyatu, bahan yang di tumbuk tersebut di ambil dengan sendok dan di sajikan dalam tempat yaitu daun pisang, dalam bahasa sunda disebut “pincuk”. sendoknya pun dari daun pisang yang dilipat memanjang sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai sendok.
SOAL RASA: hmmmm  soal rasa si mamang yang jualan rujak bebek akan bertanya dengan sopan santun penuh kelembutan dan perhatian” mau pedas, asam, atau asin? sesuai selera kita, kalau sy pribadi lebih suka pedas asam… hmmmmmm sueegerrrrr rasanya di makan di siang hari yang panas terik dan bolong sehingga karena bolong awanya hari itu.. panas matahari tembus sampe ke otak… hahahaha lebayyyy pisan…

photo: by ukas.bdg
APALAGI YA… ya sudah ah segitu aja dulu bray..bro..sis…mas bro…. tulisan sy ini..semoga berkenan…dan yang penting sy tetap bisa menjaga hobi kutak ketik tuts keyboard laptop. semoga anda berkenan. saran saya …MARILAH KITA BUDAYAKAN DAN PERKENALKAN KEPADA ANAK  CUCU KITA TENTANG JAJANAN TRADISIONAL YANG PENUH VITAMIN INI. jangan sampai anak cucu kita tidak kenal dengan jajanan yang di wariskan oleh nenek moyang kita, dan…ini nih yang bahaya…. jangan sampe deh jajanan ini di KLAIM oleh negara tentangga,,,,  mau ape loe Kalo udah di klaim? mau ribut? nangisss??? nyesel….heroik ujungnya…..ganyang rujak bebek.. eh salah ya… ya udah deh..selamat menikmati rujak beubeuk.. MErDEKAAAAA…. hidup rujak beubeuk.
( tulisan ini terinspirasi ketika jajan rujak beubeuk di Bandung , menunggui si bungsu yang di cukur rambutnya).

Kamis, 28 Juli 2011

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR DENGAN “LESSON STUDY“


Oleh-oleh Dari kegiatan Lesson Study Forum MGMP SMA/SMK/MA Kota Bogor , 26 – 27 Juli 2011
Pembukaan kegiatan Lesson Study

Salah satu permasalahan pelik dalam dunia pendidikan salah satunya adalah masalah praktik pembelajaran yang selama ini dipandang kurang efektif. Seperti diketahui bersama, bahwa sudah lama praktik pembelajaran di Indonesia umumnya cenderung dilakukan secara konvensional ( melalui teknik komunikasi oral) atau guru lebih banyak bicara atau menerangkan dan murid mendengarkan. Praktik pembelajaran konvesional semacam ini lebih cenderung menekankan pada bagaimana guru mengajar (teacher-centered) dari pada bagaimana siswa belajar (student-centered), dan  hasilnya dapat kita ketahui bersama ternyata tidak banyak memberikan kontribusi peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran siswa.


Apa itu lesson study???
Lesson Study  adalah satu cara untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru.
Awas jangan salah faham, Lesson Study bukanlah suatu strategi atau metode pembelajaran, tetapi merupakan salah satu usaha pembinaan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang dilakukan oleh sekelompok guru secara kolaboratif dan berkesinambungan, dalam merencanakan, melaksanakan, mengobservasi dan melaporkan hasil pembelajaran.
Secara sederhana dapat diartikan bahwa  “Lesson Study “ adalah suatu kegaiatan bersama/berkelompok dalam mempraktekkan metode mengajar kepada anak didik yang dilakukan oleh seorang guru dalam suatu nkelas dengan di pantau/di evaluasi oleh rekan-rekan guru lainya. Dengan kegiatan tersebut akan diperoleh suatu hasil penilaian terhadap cara guru mengajar dan bagaimana siswa belajar.
Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk :
 (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar;
(2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran;
(3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif.
(4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, dimana seorang guru dapat menimba pengetahuan dari guru lainnya.

Manfaat yang yang dapat diambil Lesson Study, diantaranya:
 (1) guru dapat mendokumentasikan kemajuan kerjanya,
 (2) guru dapat memperoleh umpan balik dari anggota lainnya, dan
(3) guru dapat mempublikasikan dan mendiseminasikan hasil akhir dari Lesson Study.
Lesson Study dapat dilakukan melalui dua tipe yaitu berbasis sekolah dan berbasis MGMP.
Lesson Study dilakukan berdasarkan tahapan-tahapan secara siklik, yang terdiri dari:
(1)    perencanaan (plan);
(2) pelaksanaan (do);
(3) refleksi (check);
(4) tindak lanjut (act).
Semoga dengan mempraktekkan Lesson Study, kemampuan guru dalam mengajar akan semakin terasah, sehingga mendekati  profil guru yang professional.

Kamis, 17 Maret 2011

Perhitungan Point permainan Bulutangkis

Sistem Perhitungan Poin Bulu Tangkis



Sistem perhitungan poin bulu tangkis telah mengalami beberapa kali perubahan, mulai dari sistem klasik pindah bola 15 poin sampai sistem terbaru, sistem reli 21 poin.

Sistem klasik

Sistem ini berlaku sampai tahun 2002 sebelum diganti dengan sistem 5×7 poin. Sistem yang berlaku adalah sistem pindah bola atau dengan kata lain hanya pemain/pasangan yang melakukan servis yang dapat meraih poin.
Seorang/sepasang pemain akan memenangkan pertandingan bila telah memenangkan dua set permainan. Dengan sistem perhiutngan poin tiap setnya sebagai berikut:

Untuk partai tunggal putra dan semua partai ganda

  • Satu set terdiri dari 15 poin.
  • Bila terjadi kedudukan 13 sama, pemain/pasangan yang lebih dulu mencapai angka 13 akan menentukan apakah terjadi jus 5 (permainan akan berakhir pada poin 18) atau tidak (permainan tetap berakhir pada poin 15).
  • Bila terjadi kedudukan 14 sama, pemain/pasangan yang lebih dulu mencapai angka 14 akan menentukan apakah terjadi jus 3 (permainan akan berakhir pada poin 17) atau tidak (permainan tetap berakhir pada poin 15).
  • Bila keputusan jus telah diambil pada kedudukan 13 sama, maka tidak ada penambahan poin lagi bila terjadi kedudukan 14 sama.

Untuk partai tunggal putri

  • Satu set terdiri dari 11 poin.
  • Bila terjadi kedudukan 9 sama, pemain yang lebih dulu mencapai angka 9 akan menentukan apakah terjadi jus 3 (permainan akan berakhir pada poin 12) atau tidak (permainan tetap berakhir pada poin 11).
  • Bila terjadi kedudukan 10 sama, pemain yang lebih dulu mencapai angka 10 akan menentukan apakah terjadi jus 2 (permainan akan berakhir pada poin 12) atau tidak (permainan tetap berakhir pada poin 11).
  • Bila keputusan jus telah diambil pada kedudukan 9 sama, maka tidak ada penambahan poin lagi bila terjadi kedudukan 10 sama.

Sistem 5×7 poin

Sistem ini hanya berlaku dari Januari sampai Agustus 2002.
Sistem yang berlaku adalah masih sistem pindah bola atau dengan kata lain hanya pemain/pasangan yang melakukan servis yang dapat meraih poin, namun berbeda dengan sistem klasik, seorang/sepasang pemain baru akan memenangkan pertandingan bila telah memenangkan tiga set permainan.
Tidak ada perbedaan sistem perhitungan baik untuk tunggal atau ganda maupun untuk putra atau putri. Dengan perhiutngan poin tiap setnya sebagai berikut:
  • Satu set terdiri dari 7 poin.
  • Bila terjadi kedudukan 6 sama, pemain yang lebih dulu mencapai angka 6 akan menentukan apakah terjadi jus 2 (permainan akan berakhir pada poin 8) atau tidak (permainan tetap berakhir pada poin 7).

Kembali ke sistem klasik

Mulai Agustus 2002, sistem perhitungan kembali ke sistem klasik dengan sedikit perubahan:

Untuk partai tunggal putra dan semua partai ganda

  • Satu set terdiri dari 15 poin.
  • Bila terjadi kedudukan 14 sama, pemain/pasangan yang lebih dulu mencapai angka 14 akan menentukan apakah terjadi jus 3 (permainan akan berakhir pada poin 17) atau tidak (permainan tetap berakhir pada poin 15).

Untuk partai tunggal putri

  • Satu set terdiri dari 11 poin.
  • Bila terjadi kedudukan 10 sama, pemain yang lebih dulu mencapai angka 10 akan menentukan apakah terjadi jus 2 (permainan akan berakhir pada poin 12) atau tidak (permainan tetap berakhir pada poin 11).

Sistem reli 3×21 poin

Sistem ini mulai diberlakukan pada bulan Mei 2006. Tidak ada perbedaan sistem perhitungan baik untuk tunggal atau ganda maupun untuk putra atau putri.
Sistem yang berlaku adalah sistem reli poin atau dengan kata lain setiap seorang pemain melakukan kesalahan, lawan langsung memperoleh poin.
Seorang/sepasang pemain akan memenangkan pertandingan bila telah memenangkan dua set permainan. Dengan sistem perhitungan poin tiap setnya sebagai berikut:
  • Satu set terdiri dari 21 poin.
  • Bila terjadi kedudukan 20 sama, otomatis akan terjadi jus 2 (permainan akan berakhir pada poin 22).
  • Jus 2 akan otomatis diberlakukan bila kemudian terjadi lagi kedudukan sama (permainan akan berakhir dengan selisih 2 poin).
  • Bila terjadi kedudukan 29 sama, tidak lagi diberlakukan jus (permainan akan berakhir pada poin 30).

Rabu, 16 Maret 2011

APA KABAR, ORANG TUA ASUH ?

Selembar Koran harian yang terbit sore, terpampang menutupi dadanya yang  tipis, wajahnya terpancar pasrah menunggu nasib baik pengguna jalan di pertigaan lampu merah Perum Bantarjati malam itu. Tak akan menyangka kalau dia seorang anak SMP kelas 1. Dari postur badannya seperti anak kelas 3 SD, bahkan lebih besar badan anak saya yang kelas 3 SD.
Aku perhatikan anak kecil itu, saat lampu lalu lintas menyala merah, beberapa menit..tak ada pengguna jalan yang ia hampiri,  membeli Koran yang ia jual. Tiba-tiba aku memanggil anak itu..”jang..kadieu” panggilku dalam bahasa sunda. Ku lontarkan dua buah pertanyaan padanya sambil kusodorkan uang receh 1 lembar padanya, kamu masih sekolah? Iya..jawabnya. dimana? Tanyaku.. Di SMP…dia menyebutkan sebuah SMP swasta yang tidak terkenal di kota Bogor.  Makasih ya jang..kataku sambil ku lajukan motorku karna lampu sudah menyala hijau…. Dalam hati aku berfikir…luar biasanya anak itu.. sampai malam masih mengais rezeki di jalan..kemana bapaknya?  Saya yakin..anak itu kurang beruntung…mungkin keluarganya kurang mampu sehingga untuk memenuhi sekedar biaya sekolah ia harus menjajakan Koran sampai semalam itu…
Tiba-tiba, aku teringat 4 tahun lalu akan program orang tua asuh. Tepatnya Gerakan “Orang tua asuh” akabarnya tuh program ????  Nampaknya sudah mati. Tak ada lagi gaun program tersebut…hmmm…padahal kalau memang program tersebut berjalan..saya yakin anak tersebut tidak akan sampai bekerja seperti itu… untung, malam itu Bogor tidak di guyur hujan, kalau hujan sudah pasti anak tersebut tidak akan menjual Koran malam itu..dan itu artinya ongkos buat besok dia sekolah tidak ada….
Gerakan Jaring Orangtua Asuh merupakan salah satu program kerja di bidang pendidikan. Program ini berupa penawaran kepada semua pihak, baik instansi maupun perorangan yang berminat menjadi orangtua asuh bagi anak yatim dan dhu’afa yang memiliki semangat yang tinggi untuk melanjutkan sekolah tetapi mempunyai keterbatasan dalam hal biaya pendidikan. Program ini terdiri dari 3 Paket, yaitu Paket untuk siswa SD, SMP, dan SMU. Jangka waktu kesediaan menjadi orangtua asuh terdiri dari 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun.
Program ini saya pikir sangat positif karena ini adalah kesempatan si kaya membantu si miskin. Juga kesempatan si kaya memperluas ladang amal nya..karena menurut agama…dalam harta si kaya..ada hak untuk orang lain….mari buka hati dan pikiran kita untuk bantu dan peduli pada sesame yang membutuhkan….

Selasa, 15 Maret 2011

Lempar cakram

Lempar Cakram (Discus Throw)



SEJARAH LEMPAR CAKRAM
Lempar cakram adalah salah satu cabang atletik pada nomor lempar. Lempar cakram sudah dikenal mulai zaman purba oleh bangsa Yunani purba 708 SM, lempar cakram merupakan bagian dari pancalomba (pentathlon). Pada permulaannya, Cakram yang digunakan pada zaman purba dibuat dari batu terupam halus, kemudian dari perunggu yang dicor dan ditempa dengan berat antara 3 sampai 9 ponds (3,06 – 4,08 kg). Cara melakukan lemparan yang pada mulanya menirukan gaya nelayan yang melempar jaring berulang-ulang. Kemudian, ditemukan lemparan dengan sikap badan menyiku secara khusus dengan badan agak bersandar ke depan.
Dalam Olympiade modern yang mulai diselenggarakan pada tahun 1896, nomor lempar cakram merupakan nomor lempar yang harus ada dalam setiap perlombaan atletik. Perlombaan lempar cakram untuk wanita baru mulai pada Olympiade IX tahun 1928 di Amsterdam. Cakram yang digunakan dalam perlombaan dibuat dari kayu berbingkai besi (logam). Berat cakram yang telah dibakukan (standart) untuk perlombaan bagi peserta wanita adalah 1 kg bagi peserta pria 2 kg.
ukuran cakram
Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan. Lempar cakram diperlombakan sejak Olimpiade I tahun 1896 di Athena, Yunani.

Cara memegang cakram:
Pegang dgn buku ujung jari-jari tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan tangan ditekuk sedikit ke dalam.

Mengayunkan cakram
Ayunkan cakram dengan ring ke depan dan ke belakang di samping tubuh. Pada saat mengayunkan cakram, tangan yang memegang cakram direntangkan sampai lurus. Jangan sampai lepas

Cara melempar
Cara melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan caranya yaitu: memegang cakram ada 3 cara, berdiri membelakangi arah lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30 derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan, lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan.