Soal Latihan Penjas UAS KELAS X-SMT 1
Soal Latihan Penjas UAS kelas XII-SMT 1
Rabu, 05 Desember 2012
Kamis, 15 November 2012
Curug Cilember: Surga nya Begonia merah
Begonia ini mempunyai ciri batang merah dan daun yang memerah darah. contras dengan wrna hijau semak belukar yang ada disana. Selain menjumpai Begonia merah, saya juga menemukan species capung jarum berwarna biru. sangat eksotis….sayang saya hanya bisa mengandalkan jepretan gambarnya denga kamera hp smartfren xtream …tapi lumayan lah setelah sedikit di edit picture ..hasil jepretannya agak terang hehehehe….
Semoga begonia merah itu tetap bertahan dan berkembang di habitatnya ..di kawasan curug cilember.. Thankto Perum Perhutani yang telah menjaga kelestarian hutan curug cilember.
Like this:
Be the first to like this.
Pengenalan Alam di 7 Curug Cilember
Pengenalan Alam di 7 Curug Cilember
Curug 7 Cilember terletak di daerah
Puncak Kab. Bogor Jawa Barat. akses masuk ke tempat wisata ini cukup
mudah. dengan menyewa angkutan umum kita bisa sampai ke tempat ini.
Pada Hari sabtu, 8 September 2012 kami
mengadakan kegiatan pengenalan Alam. Kegiatan ini bertujuan untuk
mengenalkan angota Baru Pencinta Alam “Giriwana ” SMA YPHB Kota bogor
sebelum resmi mengikuti Pendidikan Dasar Pencinta Alam. Sengaja memilih
obyek curug cilember karena kondisi alamnya mirip dengan medan gunung
hutan, trek pendakiannya bervariasi dari landai…tajam smpai
curam….apalagi menjelang curug 1….bisa di buat frustasi dengan medan
pendakian yang nyaris tegak lurus…..
Dari 7 Curug / air terjun yang ada
disana, 6 curug bisa dilihat dengan akses trek yang cukup mudah. namun 1
curug sangat sulit diakses…pengunjung biasa pasti gak akan sulit
menemukan curug 5 ini. Tapi alhamdulilah berkat kegigihan para peserta
akhirnya kami mampu juga melihat cuug 5. bahkan sempat menikmatinya dan
mengambil air minum disana….yuukk ahh kita lihat tayangan
photo-photonya….

Like this:
Be the first to like this.
Mencumbu Tampomas (part 1)
SELASA, 27 DESEMBER 2010.. akhirnya kami berangkat ber-enam (Saya, imam, fahmi, dege, dira dan aya)…menuju kota SUMEDANG..
Dari lembah gunung tampomas
Pukul 18.00 semua anggota sudah berkumpul
di sekolah, setelah menunaikan shalat magrib dan makan
malam..berangkatlah kita ber-enam. dari sekolah naik angkot 09 jurusan
warung jambu-sukasari. turun di simpang ” elos ” dilanjutkan naik angkot
jurusan ciAWI… turun di ciawi langsung sudah menunggu bus antar kota
Jakarta-Tasik. perjalanan Bogor- Bandung (Cileunyi) memakan waktu 4 jam ,
tiba di cileunyi pukul 1.00 wib. langsung naik angkot sumedang. satu
orang kena tarif Rp. 10.000. kami memutusakan untuk bermalam di mesjid
Agung Cimalaka. bagian dalam mesjid terkunci… akhirnya kami melaksanakan
shalat isya di teras luar masjid. selesai melakukan shalat isya , aya ,
dira fahmi dan saya rebahan istirahat. sedangkan imam dan dege pergi ke
pasar mencari serabi. kebetulan letak masjid cimalaka dan pasar
cimalaka tidak begitu jauh.. akhirnya setelah makan serabi…kami ber-enam
tertidur kecapean….antar tidur dan tidak..karena merasa was-was takut
barang-barang bawaan kami hilang menyebabkan tidur kami terjaga…tak
lelap.. tiba-tiba saya di bangunkan oleh imam, imam memberitahukan bahwa
seorang marboth (pengurus masjid) datang, rupanya waktu shalat subuh
sudah datang. kami berenam bangun dan melaksanakan shalat subuh
berjamaah.
Selesai shalat subuh, seorang bapak
menghampiri kami dan bertanya tujuan kami….setelah tahu kami akan ke
tampomas… si bapak yang pengurus masjid itu sedikit menceritakan kondisi
tampomas yang mulai rusak akibat bagian kaki gunung tampomas di
eksploitasi oleh aktivitas pengerukan pasir….
si bapak menunjukkan lampu-lampu yang
terlihat bergerak menyala nun jauh di sana di kaki tampomas…. ” itu
adalah lampu truk-truk pengangkut pasir” kata si bapak…..hmmm siang
malam tak hentinya tampomas di keruk pasirnya……
waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi wib..
saatnya isi perut… bubur adalah sarapan yang di cari.. di pasar cimalaka
kami berenam mengisi tenaga dengan semangkuk bubur ayam
panasssssssss….. selesai sarapan bubur, kami langsung menuju desa
cibeureum dengan naik angkot….kami di turun di simpang tiga desa
cibeureum-sumedang. Ini adalah starting point..desa pertama menuju
tampomas… dari desa cibeureum tidak ada angkutan yang akan menuju
tampomas. hanya truk-truk pasir yang meNuju kesana…. sambil menunggu
truk pasir kosong yang lewat..kami tetap berjalan menyusuri desa
cibeureum…. dengan harapan besar semoga ada sopir baik hati dan ganteng
yang mau di jadikan tumpangan….masa sih tega lihat dua cewek jalan kaki
menggendong ransel super gede, daaaaaaann akhirnya sebuah truk lewat..
dengan jurus sakti…tangan saya lambaikan….. dan isyarat tangan itu
sangat sakti..truk berhenti..sang sopir baik hati menyuruh kami
naik…alhamdulillah…..menghemat tenaga dan waktu…. dan tak lama kami
sampai di area pengerukkan pasir, belasan mata pekerja memperhatikan ke
arah kami…. sebenarnya kami agak bingung juga ke arah mana kaki
melangkah, untungnya ada seorang penambang yang memberitahukan mengenai
jalur yang harus kami tempuh..hatur nuhun kang… kami berbelok ke kanan
dan mencari jalur yang dimaksud tadi yaitu sebuah jalan aspal… akhirnya
ketemu juga tuh jalan aspal..tapi kok ini jalan kotor banget ya dengan
sampah-sampah yang berserakan….sedangkan di sini tak ada satupun rumah
penduduk yang ada cuma area tambang pasir. Ternyata setelah kami sampai
di sebuah warung di sana kami menemukan jawaban bahwa ini adalah jalan
menuju tempat pembuangan akhir sampah kab. sumedanng.
Kami beristirahat sebentar di warung
tersebut. kami bingung..kemana lagi jalur yang harus kami tempuh…tak
ada satupun petunjuk arah..menuju tampomas…sambil beristirahat dan beli
segelas kopi kami cari dan korek informasi dari pemilik warung mengenai
jalur pendakian dan sumber air. kata si teteh penunggu warung, air cuma
ada di ladangnya pak odang…kebetulan pak odang pemilik ladang baru
datang. maka pucuk dicinta ulam pun tiba, pak odang yang baik hati itu
mengajak kami ke ladang sambil menunjukkan jalur yang harus kami lewati
nantinya jika mau ke puncak tampomas.
sampai di ladang milik pak odang di
samping hutan pinus, jalur masih cukup besar dan bisa dilewati mobil
kecil. pak odang menunjukkan sumber air miliknya di dekat pohon bambu.
saya dan imam pergi ke sumber air yang di tunjukkan oleh pak odang, yang
lainnya membereskan ransel dan membagi beban bawaan.
setelah persediaan air dirasa cukup, kami
lanjutkan perjalanan pendakian ini. Jalur pendakian masih lebar di
kawasan hutan pinus itu, tampak pohon pinus yang semuanya sedang diambil
getahnya. seperti mengawasi kami dari kanan dan kiri. sambil
menyuusuri jalur , Aya dan Dege mempereteli buah harendong bulu yang
matang dan besar-besar.. tibalah kami di jalur pertigaan.. cukup
membingungkan . lagi…..tak ada petunjuk yang jelas. saya putuskan imam
untuk meretas jalur kiri dan dege meretas jalur kanan..saya perintahkan
100 meter berjalan, mereka harus kembali dan setelah dege dan imam
melakukan perintah saya… tak lama mereka kembali dan memberi laporan.
dari laporan yang di sampaikan, bahwa jalur pendakian dari pertigaan
gubug tempat penampungan pinus itu harus ambil jalur kiri…ini adalah
jalur ke puncak, imam sudah menemukan petunjuk arah ke puncuk ..dan
dege melaporkan bahwa jalur kiri yang lebar itu daklah jalur yang biasa
dipakai para petani untuk mencari rumput. oke deh..ambil kiri. lalu
jalur mulai menanjak..butiran peluh mulai keluar dari sekujur tubuh….
entah mengapa pendakian ini terasa berat dan melalahkan…kami seperti
membawa beban di ransel 2 kali lipat beratnya…..
baru beberapa langkah saja kami sudah
kepayahan..beberapa kali mesti istirahat…. jalur pendakian semakin
menanjak…. pukul 11 siang kami semua benar-benar kelelahan…hutan pinus
sudah terlewati..kami memutuskan istitrahat lagi… ambil posisi
duduk..sambil minum dan makan roti…. dan tanpa disadari saking lelahnya
ditengah udara dingin siang itu..kami semua tertidur dalam posisi
duduk…. tiba-tiba suara imam mengagetkan saya..pak-pak… lanjut lagi
pak…. hehehe..duh lagi enak-enak tidur kok di bangunin… okelah
perjalanan kami lanjutkamn… cuaca mulai gelap saya khawatir hujan
turun..karena angin cukup besar dan udara dingin gunung tampomas mulai
menyergap….jalur semakin menanaak saja.. tapi kami sudah pulih dari
lelah…. akhirnya tiba di pertigaan…di sana ada petunjuk arah… hmmm
ternyata kami tiba di petrtigaan pertemuan jalur pendakian dari
conggeang- dan cibeureum…agak kaget juga karena di sana ada 2 orang
pendaki juga. yang penampilannya jauh dari kami yang membawa ransel..
meraka hanya membawa jerigen air dan tas kecil… kami bertegur sapa dan
saling menannyakan asal muasal kami..diketahui mereka sebenarnya bukan
pendaki tapi peziarah dari inderamayu…… yang akan berziarah menuju
petilasan yang ada di puncak gunung tampomas ini….
lalu kami mendaki bersama meraka..jalur
yang tersaji dihadapan kami tampak menjulang tinggi…lebih tepat
dikatakan jalur tebing..nanjaknya..hmmmm harus sedikit climbing …saya
mencoba merangsek jalur ini…saya merasa tenaga terkumpul berlipat
ganda…lalu 2 oarng pendaki inderamayu tesebut bersamaan mendaki…. saya
dan fahmi masih dalam jarak yang dekat…lalu lepas tanjakan pertama…kami
mulai terpencar.. saya jadi bersama 2 pendaki inderamayu..yang lainnya
entah tidak tampak….
semakin jauh semakin mendekati puncak
cuaca semakin dingin dan kabut tebal mulai turun..saya berjalan sendiri
di depan..pendaki inderamayu pun tak tampak di belakang saya.. suasana
begitu mencekam, jelas saya mendaki sendirian. akhirnya jalur
penderitaan (menanjak) tampaknya sudah habis…. kini jalur mulai tampak
datar..dan saya berjalan ngebut….karena penasaran…ini berarti puncak
sudah dekat…tapi kok jalur datar ini gak habis-habisnya….lalu sekitar 15
menit…..tampak di kegelapan dan kepekatan kabut serta di tengah badai
puncak gunung tampomas terlihat sebuah lapangan datar dengan beberapa
gundukan batu hitam menyambut kedatangan saya seorang diri…lalu saya
bersujud syukur di dataran lapang itu sambil meneriakkan ALLAHU
AKBAR…saya tiba di puncak..saya masih diberi kekuatan… dan saya merasa
begitu lemah…. tak lama menyusul 2 orang inderamayu itu..lalu di
belakangnya fahmi menyusul…. kondisi di puncak tampomas saat itu…badai
kabut yang pekat..angin bertiup kencang berputar-putar dan
bergemuruh..saya merasa berada di alam lain..entah alam apa… merasakan
fenomena alam yang tak mungkin saya dapatkan di kota….
Di tengah badai kabut itu..fahmi
berinisiatif memasak mie instan..karena memang perut kami sudah sangat
lapar… sambil menunggu rombongan imam, dege , aya dan dira yang nampak
belum ada tanda-tandanya… setelahh sekian lama menunggu..saya
perintahkan fahmi untuk menyusul ke bawah…mungkin ada apa-apa denga ke
-empat orang tersebut… lama juga fahmi menyusul..ini berarti jarak saya
dan imam cs..cukup jauh….maklum ada 2 orang wanita yang langkahnya tak
secepat pria…. setelahh sekita 20 menit tibalah dege , imam, aya dan
dira..ahamdulillah. mereka pun berhasil tiba di puncak tampomas….
SETELAH PUAS BERPHOTO-PHOTO DIPUNCAK
TAMPOMAS..KAMI BERSIAP KEMBALI UNTUK TURUN..KARENA MEMANG KAMI TARGETKAN
SEHARI NAIK-TURUN TAMPOMAS…KALAU MENGIUNAP DI PUNCAK..CUACA TIDAK
MEMUNGKINKAN..DAN PERBEKALAN AIR TAK CUKUP….
sebelum turun..kami sempatkan sebentar
bekunjung ke situs petilasn prabu siliwangi yang ada di selatan puncak
tampomas….. ternyata sebelum kami ke tempat petilasan muncul 4 orang
peziarah dari arah petilasan yang juga dari inderamayu.. sekita pukul 14
.00 wib siang , kami akhirnya turun…. sebenarnya kami ingin
berlama-lama menikmati puncak tampomas…tapi kabut tebal dan badai tak
memungkinkan kami berlam-lama disana.
Gunung Tampomas.. jika ada
kesempatan…suatu saat nanti kami akan kembali mencumbumu..kami
rindu….kabutmu…kami rindu kesunyianmu….
Dari lembah gunung tampomas
Di atas kilaunya lantai mesjid cimalaka
Di sela-sela deru truk pengangkut pasir
Kukagumi kebesaranmu
Dari lembah gunung tampomas
…Di antara ribuan pohon pinus
Di sela-sela rimbunnya belukar
Di tengah ramainya kicau burung
Kumemandang kokohmu
Dari lembah gunung tampomas
Di antara semilir angin yang berhembus sejuk
Dihiasi burung-burung yang beterbangan
Dalam bingkai birunya langit pagi kota sumedang
Kunikmati keindahanmu
Dalam ketidakberdayaan
Di antara kelesuan yang mendera
Kuterobos puncak gunung tampomas yang mulai tertutup kabut
Bersama badai yang bergemuruh
Kutermenung di pelataran puncakmu yang suci
Kukagumi keMaha PerkasaanMu
Kusadari segala kelemahanku
Kuakui semua dosaku
Kumohon segala ampunanMu
Kuharap selalu ridhoMu
Kupasrahkan semua dalam ikhtiar dan doaku
Kuyakin impian dan harapan itu kian mendekat.
Rabu, 14 November 2012
Pendakian Gunung Tampomas
Sebelum UAS semester ganjil 2010/2011.
Saya suruh ketua REPALA GIRIWANA (Imam M Risandy) untuk mengumpulkan
anggota GIRIWANA guna membahas kegiatan selanjutnya Pasca PD (PENDIDIKAN
DASAR) yaitu pendakian ke gunung Ciremai-Kab. Kuningan Jawa Barat.
Hasil pertemuan pertama sudah didapatkan kesepakatan mengenai seluruh
persiapan pendakian Ciremai. Jarkom pun di jalankan….
Pasca UAS, kembali anak-anak GIRIWANA
dikumpulkan oleh sang ketua, diperoleh bayangan siapa yang bakal ikut
siapa yang tidak ikut.. hmmm biasa..kalau pendakian yang jauh….pasti
sedikit yang ikut, alasan paling kuat adalah izin orang tua..(gak di
bolehkan ikut). Gak masalah.. yang penting yang mau ikut pendakian di
kasih izin orang tua, titik…! Ok tanggal pemberangkatan sudah
disepakati. Hari Jum’at 24 Desember berangkat…. Oupsss… ternyata…saya
ada acara pelatihan 2 hari…terpaksa kegiatan diundur..bersamaan pula
dengar kabar dari Abi ciremai ditutup.. waduhhhh… yang bener aja nih…
udah gatel juga pengen naik… ok..searching mbah google tentang info
ciremai ternyata gak ada berita penutupan….wah Abi hoak nih.
Hari pertama acara pelatihan Guru, Senin
27 Desember 2010, berarti besok naik ke ciremai… ok saya coba cari info
terakhir.. saya sms kakak perempuan yang tinggal di kuningan balasannya
adalah “ aduuhh..jangan naik ke ciremai jaang.. disini tiap hari hujan
teruuus.. dari siang sampai malam baru reda..angin juga gede..apalagi di
gunung..jangan lah..” beuuhhhh….kabar buruk nih… gak puas dapat kabar
dari kakak, saya kembali cari info dim bah google…dan saya dapatkan
informasi di http://btngciremai.blogspot.com hasilnya… PENDAKIAN CIREMAI DITUTUP*). Ini isi beritanya gan.. Berdasarkan
data dari BMG, curah hujan di Jawa Barat sampai saat ini masih tinggi
bahkan perkiraan hingga bulan Mei 2011, puncaknya adalah Bulan Desember
sampai Februari 2011. Atas hal tersebut, demi keamanan maka Balai Taman
Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memutuskan untuk MENUTUP JALUR PENDAKIAN
MULAI PADA TANGGAL 21 DESEMBER 2010 SAMPAI WAKTU YANG BELUM DITENTUKAN.
Hal ini dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Waduuuuuh…kecewa sungguh… Tapi sebagai
pendaki yang waras jelas saya tidak kan memaksakan mendaki ciremai…mau
ngater nyawa namanya kalau ngikutin ego….akhirnya malam itu juga saya
sms Imam dan Fahmi agar datang kesekolah… dengan cepat bagai kilat
merekapun datang… lalu saya tunjukkan tentang ditutupnya ciremai…
dedededededede…wajah mereka langsung lemass….lalu saya kasih
ide..bagaimana kalau kita ke Tampomas aja…gunungnya gak terlalu tinggi
jadi rasanya aman lah… yang penting waktu liburan terisi dengan kegiatan
pendakian sekaligus menambah perbendaharaan pendakian… dan mereka
SETUJU…
SELASA, 27 DESEMBER 2010.. akhirnya kami
berangkat ber-enam (Saya, imam, fahmi, dege, dira dan aya)…menuju kota
SUMEDANG… (BERSAMBUNG..)
Dari Perjalanan Bogor-Solo Pergi Pulang.
Dari Perjalanan Bogor-Solo Pergi Pulang.
Kamis sore tepatnya pada Tgl 16 Juli
2010. Saya berkesempatan Pergi ke Kota Solo/ Surakarta. Sebenarnya
kepergian ini membawa misi keluarga, saya akan konsultasi dan mencari
info lengkap mengenai pengobatan Orthopedi di kota Tersebut untuk
pengobatan pengapuran tulang lutut Ibu saya.. denger-denger seeh selain
sudah terkenal juga murah..tapi ternyata hasilnya sama saja dengan
pengobatan Orthopedi di Jakarta. Berangkat
dari Bogor sore…waduuuh udah takut aja ketinggalan Kereta di
Jatinegara. tapi alhamdulillah tidak sampai tertinggal kereta,
perjalanan bOgor Pasar reb0-jatinegara lancarrrrrr…. Cerita pun di
mulai…. Kereta berangkat di
Jatinegara tepat pukul 20.30 WIB dengan Kereta Api Senja Solo. Kereta
akan melalaui Cirebon-Purwokerto, Yogya-Solo. Di kereta Penumpang tidak
begitu penuh..mungkin karena bukan weekand jadi banyak bangku kereta
yang kososng. saya pun bisa duduk leluasa. Saya perhatikan satu satu
manusia-manusia yang ada di satu gerbong dengan saya, makin malam posisi
duduknya makin aneh….dan akhinrya karena sudah mulai larut….banyak yang
tergeletak di lantai gerbong, bagaimana ini bisa terjadi?? karena
memang Pihak Kereta Api menyewakan bantal dan alas tidur , Rp. 5000,- . Sampai
Stasiun Cirebon pukul 24.)) WIB.. orang-orang yg tidur terbangun oleh
teriakan lantang pedagang asongan yang menjual aneka macam keperluan
para Penumpang. tak terhitung banyaknya pedagang asongan tersebut,
macam- macam pula dagangan yang di jajakan, Mulai dari pedagang KOpi,
rokok, mie rebus, pisang kulub, nasi bungkus..lengkaaapppp buat nahan
lapar mah.. okehhh..kita tinggalkan Cirebon..lanjut perjalanan melewati
Purwokerto pukul 03.00 dini hari. n akhirnya pukul 07.00 tiba di
Yogyaaaaaaaaa… yogya lewat akhinrya sampai juga di Stasiun Balapan-Solo
Pukul 07.30 WIB. hmmm….laparrrrr… Clingak-clinguk
, luak-lieuk nyari sarapn… masalah mlai muncul…. dimana nih tempat
sarapan yang murah meriah…. saya pandangi ke penjuru statsiun balapan
yang terkenal itu..lalu ke luar stasiun stop… terlihat di sudut pass
pintu keluar halaman stasiun.. banyak orang bergerombol.. hmmm sebuah
warung nasi rupanya.. lalu ada tulisan di warung yang gak ada bagusnya
itu di spandunknya bertuliskan ” Soto Kwali Pak Hardjo”.. hmmmmm
patut di coba….dan saya harus sabar mendapat jatah makan dari soto kwali
karena antriannya ituuuu ..panjaaaang .
warung penuh sesak oleh orang-orang yang
kelaparan di pagi hari. Penasaran juga kok rameeee yaa.. hmmm ternyata
setelah saya mendapatkan pelayanan soto kwali, akhirnya saya cicipi tuh
soto…. ouuuww sensaional rasanya…. Soto kwali ini hampir sam dengan soto
lainnya atau persis seperti rawon…tapi rasanya memang berbeda..begitu
memanjakan lidah….
Terimakasih……sy Ucapkan empat jempol sy
acungkan..buat pengelola Stasiun klereta Api “SOLO BALAPAN” dan
akhirnya…dalam hati sya berguman mendendangkan lagu yang dinyanyikan mas
Didi KempoT” ning stasiun balapan, kota solo sing dadi kenangan….
Minggu, 22 April 2012
Eksotisme Gedung BPN Bogor
Bogor adalah kota tua..siapa yang tak
mengenal Bogor yang pada zaman nenek kita belum lahirpun kota ini
menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran yang disebut Pakuan.
Sebagi bagian dari Republik Inonesia, Bogor tak luput dari tangan
penjajah Belanda. So..sudah tentu banyak peninggalan kolonial yang
tersisa menjadi saksi bisu perjalanan dari bekas sebuah ibokota kerajaan
nan masyhur ini. Eh…ntar dulu…negara kita gak cuma dijajah Belanda,
sebelumnya Portugis pun pernah mengacak-acak Republik ini, tak
ketinggalan negara Oshin pun menancapkan tangan serakahnya ….
Naaaahhhh yang namanya juga
iseng..penulis baru selsai pulang fitness, ngelamun kayaknya…tiba-tiba
di jalan Si Jalak Harupat , tepatnya di pertigaan jalan sempur dan Si
Jalak Harupat mata saya tertarik untuk memotret salah satu banguan
kolonial yang cukup unik bentuknya..bahkan cenderung eksotis..dan kagum
pada kekuatan bangunan ini, entah peninggalan Nenek Moyang David Beckham
atau peninggalan nenek moyangnya Van Der Saar ? yang jelas bangunan
tersebut mencirikan bangunan kolonial.
Itulah bangunan sisa kolonial yang masih
terawat dan bahkan masih dipakai sebagai kantor Badan Pertanahan
Nasional kota Bogor. Perhatikan betapa detailnya bentuk arsitektur
tersebut, atapnya tak biasa..berbentuk bulan seperti bagunan
Observatorium Boscha di bandung, atau seperti puncak Gunung Tampomas di
Sumedang….hahahah ngelantur ya pengamatannya..kok nyambung ke gunung?
hadeuhh dasar orang gunung.. ya deh…maaf, kalau ada waktu mungkin
penulis akan tanya pada pengelola gedung mengenai sejarah gedung
tersebut. ok deh..sampai jumpa lagi di Bogor Heritage Berikutnya……
Langganan:
Postingan (Atom)